<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5992309368374477714</id><updated>2011-11-03T02:48:52.468-07:00</updated><title type='text'>Seputar Autis</title><subtitle type='html'>Informasi Seputar Autisme</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seputarautis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarautis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>TrustRekber</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AEsGuKV2WuA/Tp_gy2LOx2I/AAAAAAAAAB0/GiVtgPlwh0o/s220/trustrekber.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5992309368374477714.post-5982016315692817385</id><published>2011-08-20T21:23:00.001-07:00</published><updated>2011-08-20T21:23:51.130-07:00</updated><title type='text'>Tipe-Tipe Autisme yang Perlu Anda Tahu</title><content type='html'>Agar tepat menanganinya, kenali 5 tipe autisme berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Seringkali orang menganggap autisme sebuah penyakit. Namun,  autisme merupakan gejala keterbatasan gangguan perkembangan, termasuk  autisme ringan hingga gangguan mental berat (PDD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita austisme memiliki kesulitan berkomunikasi dan memahami  perkataan dan perasaan orang lain. Akibatnya, penderita sering kesulitan  mengekspresikan diri melalui kata, bahasa tubuh, raut wajah dan  sentuhan. Anak yang mengidap autisme sangat sensitif terhadap suara,  sentuhan, bau, dan pemandangan yang bagi orang lain dianggap normal.  Autisme menyerang enam hingga delapan anak setiap 1.000 kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua dapat mendeteksi gejala autisme sejak usia tiga tahun. Beberapa  anak menunjukkan tanda-tanda autisme sejak lahir. Sebagian lainnya  tumbuh normal dan  namun mengalami gejala autisme pada usia 18-36 bulan.  Anak laki-laki penderita autisme empat kali lebih banyak daripada anak  perempuan. Gejala autisme tidak mengenal suku, etnis, atau kondisi  sosial lainnya seperti pendapatan, gaya hidup, atau tingkat pendidikan  orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa jenis autisme:&lt;br /&gt;* Gangguan autistik&lt;br /&gt;Gejala ini sering diartikan orang saat mendengar kata autisme.  Penderitanya memiliki measalah interaksi sosial, berkomunikasi, dan  permainan imaginasi pada anak di bawah usia tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sindrom Asperger&lt;br /&gt;Anak yang menderita sindrom Asperger memiliki problem bahasa. Penderita  sindrom ini cenderung memiliki intelegensi rata-rata atau lebih tinggi.  Namun seperti halnya  gangguan autistik, penderita kesulitan  berinteraksi dan berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gangguan perkembangan menurun (PDD)&lt;br /&gt;Gejala ini disebut juga non tipikal autisme. Penderita memiliki  gejala-gejala autisme, namun berbeda dengan jenis autistik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sindrom Rett&lt;br /&gt;Sindrom ini terjadi hanya pada anak perempuan. Mulanya anak tumbuh  normal. Pada usia satu hingga empat tahun, terjadi perubahan pola  komunikasi, dengan pengulangan gerakan tangan dan pergantian gerakan  tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gangguan Disintegrasi Anak&lt;br /&gt;Pada gejala autisme ini, anak tumbuh normal hingga tahun kedua.  Selanjutnya anak akan kehilangan sebagian atau semua kemampuan  komunikasi dan keterampilan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti memperkirakan kombinasi gen dalam keluarga menyebabkan  subtipe autisme. Bahan kimia atau obat-obatan yang masuk dalam tubuh ibu  selama kehamilan berperan dalam gejala autisme. Dalam beberapa kasus,  autisme berkaitan dengan tingkat phenylketonuria (gangguan metabolisme  yang disebabkan tidak adanya hormon tertentu), virus rubella, dan  penyakit celiac (tidak mampu menoleransi gluten dalam tepung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun penyebab autisme belum diketahui pasti, peneliti menilai  autisme disebabkan ketidaknormalan bagian otak yang mengintrepretasi  bahasa. Ketidakseimbangan kimiawi otak mempengaruhi terjadinya gejala  autisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5992309368374477714-5982016315692817385?l=seputarautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/5982016315692817385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/5982016315692817385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarautis.blogspot.com/2011/08/tipe-tipe-autisme-yang-perlu-anda-tahu.html' title='Tipe-Tipe Autisme yang Perlu Anda Tahu'/><author><name>TrustRekber</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AEsGuKV2WuA/Tp_gy2LOx2I/AAAAAAAAAB0/GiVtgPlwh0o/s220/trustrekber.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5992309368374477714.post-5993089894032971365</id><published>2011-08-20T21:19:00.001-07:00</published><updated>2011-08-20T21:19:03.167-07:00</updated><title type='text'>Kelebihan Anak Autis yang Istimewa</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Orangtua boleh saja bersedih jika anaknya mengalami autis, tapi  jangan terlalu lama. Karena anak autis ternyata punya kelebihan  istimewa yang bisa membuatnya mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak autis memiliki kelebihan visual yang kuat. Anak autis akan lebih  mudah mengerti sesuatu dari gambar ketimbang hanya omongan. Kemampuan  visual yang tinggi ini akan memudahkan anak belajar bersosialiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan visualisasi inilah yang harus dimanfaatkan orangtua untuk  memberikan bekal mandiri. Anak autis susah mengerti jika hanya diajarkan  dengan omongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin memberitahu mengupil tidak boleh sembarangan, maka orangtua  harus memperlihatkan gambar orang sedang mengupil yang disampingnya ada  tanda silang (dilarang). Lalu diberi lagi gambar pembanding yang  dibolehkan orang sedang mengupil di kamar atau kamar mandi yang  disampingnya diberi tanda contreng (benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, jika ingin mengajak anak autis ke luar rumah seperti ke  mal, maka beberapa hari sebelumnya diperlihatkan gambar mal dan seperti  apa di dalamnya yakni eskalator, lift, toko dan lainnya. Itu dilakukan  berulang-ulang sampai anak paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak autis bukan tidak bisa diajarkan disiplin, tapi pelajaran ini bisa  dimulai sejak masih kecil. Berilah batasan-batasan tegas antara yang  boleh dan tidak boleh, beri pujian jika anak berhasil melakukan hal  baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak tidak bisa mengerti melalui ucapan, cobalah divisualisasikan  dalam bentuk gambar. Hal ini harus dilakukan berulang-ulang dan penuh  kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika orangtua tahu cara mengajarkan anak autis, maka hal ini akan  menjadi salah satu hal yang menarik," ujar Gayatri Pamoedji, seorang  pendiri MPATI (Masyarakat Peduli Autis Indonesia) dalam acara media  briefing Memahami Autis, di Tea Addict, Jakarta, Rabu (31/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengajarkan kemandirian pada anak autis harus dilakukan secara  bertahap dan tidak bisa langsung drastis karena anak autis juga  membutuhkan masa transisi, orangtua bisa memulainya terlebih dahulu  dengan segala kegiatan di kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemandirian ini bisa dimulai dari kehidupan sehari-hari si anak seperti  bisa mengerti perintah sederhana, melakukan segala sesuatunya sendiri  hingga nanti anak tumbuh menjadi dewasa dan diharapkan nantinya mereka  bisa memiliki penghasilan sendiri," ujar perempuan yang memiliki anak  autis dan tinggal di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayatri menambahkan jangan sekali-kali orangtua memiliki pemikiran anak  autis tidak bisa diajari, tapi jika metode pengajaran yang diberikan  berulang-ulang, setiap hari secara teratur, terstruktur serta bertahap,  maka anak autis dapat tumbuh menjadi mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu siapkan terlebih dahulu anak sebelum dibawa keluar oleh  orangtua, karena jika anak sudah siap untuk keluar maka kondisi ini  tidak akan menjadi bumerang bagi orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak beberapa orangtua yang mengajak anaknya ke mal, padahal secara  emosional anak belum siap untuk keluar. Akibatnya anak menjadi sangat  hiperaktif dan menjadi tontonan orang-orang. Hal ini tentu akan menjadi  bumerang bagi orangtua itu sendiri," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orangtua ingin mengajak anaknya keluar, cobalah untuk melakukan  simulasi dulu di rumah seperti memperlihatkan gambar mal seperti apa  karena anak autis sangat kuat kemampuan visualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu beritahu anak apa saja yang akan dilihatnya di mal nanti dan  apa yang boleh serta tidak boleh dilakukannya. Berikan pengertian  seperti itu secara berulang-ulang. Setelah anak mengerti coba dulu  berada di mal selama 5 menit, lalu secara bertahap waktunya ditambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang akrab disapa Yiyek ini menuturkan orangtua dari anak  autis harus memiliki kesabaran yang tinggi, mau mencari tahu segala  macam informasi serta mau melakukan sesuatu. Namun ada 3 M yang tidak  boleh dimiliki oleh orangtua lakukan yaitu marah, mengeluh dan  mengabaikan.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5992309368374477714-5993089894032971365?l=seputarautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/5993089894032971365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/5993089894032971365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarautis.blogspot.com/2011/08/kelebihan-anak-autis-yang-istimewa.html' title='Kelebihan Anak Autis yang Istimewa'/><author><name>TrustRekber</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AEsGuKV2WuA/Tp_gy2LOx2I/AAAAAAAAAB0/GiVtgPlwh0o/s220/trustrekber.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5992309368374477714.post-4419834491483613328</id><published>2011-08-20T03:11:00.001-07:00</published><updated>2011-08-20T03:11:03.715-07:00</updated><title type='text'>Mendeteksi Autisme pada Bayi Usia Setahun</title><content type='html'>&lt;h2 class="contentheading"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="article-toolswrap"&gt; &lt;div class="article-tools clearfix"&gt; 	&lt;div class="article-meta"&gt; 		 		 		&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Autisme   juga disebut sebagai gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada   anak, biasanya sudah menunjukkan gejala sebelum anak berusia tiga tahun.   Bahkan, kini sudah dibuat metode skrining untuk bayi berusia satu   tahun.&lt;br /&gt;Metode skrining tersebut dikembangkan oleh tim dokter anak   di San Diego, Amerika Serikat dan sudah diuji coba pada lebih dari   10.479 bayi berusia satu tahun. Para bayi tersebut merupakan pasien dari   137 dokter anak. &lt;br /&gt;Menggunakan daftar pertanyaan sederhana yang   bisa diselesaikan dalam waktu 5 tahun, orangtua atau pengasuh anak   diminta menjawab seputar perilaku anak yang meliput ada tidaknya kontak   mata, suara, kata-kata, gestur, pengenalan objel dan bentuk komunikasi   lainnya. &lt;br /&gt;Bayi-bayi yang dianggap tidak lulus tes itu alias   menampakkan gejala autisme kemudian dirujuk ke San Diego Autism Center   for Excellence untuk evaluasi lebih lanjut setiap 6 bulan hingga anak   berusia 3 tahun. Dari 346 anak yang dirujuk, 184 anak mengikuti evaluasi   lanjutan minimal dua sesi.&lt;br /&gt;Secara umum, skrining yang dilakukan   tersebut memiliki nilai prediksi mencapai 75 persen. Dari evaluasi  yang  dilakukan, 32 anak terdiagnosis autisme, 56 didiagnosa mengalami   keterlambatan bicara, 9 anak menderita keterlambatan perkembangan dan 36   anak didiagnosa mengalami kelambatan perkembangan tipe lainnya. &lt;br /&gt;Sementara itu anak-anak yang terdiagnosa autisme, mayoritas memulai   terapi di usia 19 bulan yang sebenarnya sangat dini dibanding anak-anak   lain. Seringkali orangtua baru membawa anak ke dokter saat anak sudah   berusia tiga tahun dan itu artinya sudah terlambat.&lt;br /&gt;"Program   skrining ini sangat menjanjikan karena bisa diimplementasikan dan secara   virtual tidak ada biaya. Metode skrining ini juga bisa dilakukan pada   praktik klinik sehari-hari," tulis tim peneliti, Karen Pierce, asisten   profesor ilmu syaraf dari UC San Diego.&lt;br /&gt;"Ada bukti-bukti kuat   bahwa terapi yang dilakukan lebih dini memiliki efek yang positif pada   perkembangan otak. Itu sebabnya kesempatan untuk mendiagnosa dan memulai   terapi pada saat anak berusia sekitar setahun sangat penting untuk   meningkatkan potensi tumbuh kembang anak," katanya.&lt;br /&gt;Gejala yang   sangat menonjol dari autisme adalah sikap anak yang cenderung tidak   memedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak   berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya   sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa   dan berkomunikasi secara verbal.&lt;br /&gt;Autisme bisa terjadi kepada   siapa saja, tidak mengenal etnis, bangsa, keadaan sosial ekonomi, dan   keadaan intelektualitas orangtua. Perbandingan antara anak laki-laki dan   perempuan yang mengalami gangguan autistik adalah 4:1. Kecerdasan   anak-anak autis sangat bervariasi, dari yang sangat cerdas sampai yang   sangat kurang cerdas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5992309368374477714-4419834491483613328?l=seputarautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/4419834491483613328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/4419834491483613328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarautis.blogspot.com/2011/08/mendeteksi-autisme-pada-bayi-usia.html' title='Mendeteksi Autisme pada Bayi Usia Setahun'/><author><name>TrustRekber</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AEsGuKV2WuA/Tp_gy2LOx2I/AAAAAAAAAB0/GiVtgPlwh0o/s220/trustrekber.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5992309368374477714.post-8886711709264347365</id><published>2011-08-20T03:09:00.001-07:00</published><updated>2011-08-20T03:09:38.769-07:00</updated><title type='text'>Kenali Autisme</title><content type='html'>&lt;h2 class="contentheading"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="article-toolswrap"&gt; &lt;div class="article-tools clearfix"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Anak-anak penyandang spektrum autisme biasanya  memperlihatkan setidaknya setengah dari daftar tanda-tanda yang  disebutkan di bawah ini. Gejala-gejala autisme dapat berkisar dari  ringan hingga berat dan intensitasnya berbeda antara masing-masing  individu.&lt;/div&gt;Hubungi profesional yang ahli dalam perkembangan anak  dan mendalami bidang autisme, jika anda mencurigai anak anda  memperlihatkan setidaknya separuh dari gejala-gejala ini : &lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" height="416" style="width: 547px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Sulit bersosialisasi dengan anak-anak lainnya&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma; font-size: 12px;"&gt;&lt;img border="0" height="69" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-sosial.png" width="121" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Tertawa atau tergelak tidak pada tempatnya&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma; font-size: 12px;"&gt;&lt;img border="0" height="71" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-tertawa.png" width="82" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Tidak pernah atau jarang sekali kontak mata&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="97" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-kontak.png" width="85" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Tidak peka terhadap rasa sakit&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="63" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-peka.png" width="111" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Lebih suka menyendiri; sifatnya agak menjauhkan diri.&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="91" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-sendiri.png" width="79" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Suka benda-benda yang berputar / memutarkan benda&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="96" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-berputar.png" width="110" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Ketertarikan pada satu benda secara berlebihan&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="84" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-benda.png" width="71" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Hiperaktif/melakukan kegiatan fisik secara berlebihan atau &lt;br /&gt;&amp;nbsp;malah tidak melakukan apapun (terlalu pendiam)&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="77" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-hiper.png" width="76" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Kesulitan dalam mengutarakan kebutuhannya; suka&lt;br /&gt;&amp;nbsp;menggunakan isyarat atau menunjuk dengan tangan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;daripada kata-kata&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma; font-size: 12px;"&gt;&lt;img border="0" height="80" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-isyarat.png" width="134" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Menuntut hal yang sama; menentang perubahan atas hal-hal yang&lt;br /&gt;&amp;nbsp;bersifat rutin&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="77" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-tuntut.png" width="73" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Tidak peduli bahaya&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-bahaya.png" width="133" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Menekuni permainan dengan cara aneh dalam waktu lama&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="51" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-aneh.png" width="91" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Echolalia (mengulangi kata atau kalimat, tidak berbahasa biasa)&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="103" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-beo.png" width="111" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Tidak suka dipeluk (disayang) atau menyayangi&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="88" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-peluk.png" width="76" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Tidak tanggap terhadap isyarat kata-kata; bersikap seperti orang tuli&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="81" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-tuli.png" width="93" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Tidak berminat terhadap metode pengajaran yang biasa&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="68" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-ajar.png" width="77" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Tentrums – suka mengamuk/memperlihatkan kesedihan tanpa alasan&amp;nbsp;yang jelas&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="71" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-tantrum.png" width="76" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;Kecakapan motorik kasar/motorik halus yang seimbang (seperti tidak mau menendang bola namun dapat menumpuk balok-balok)&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="62" src="http://autis.info/images/stories/autisme/autis-motorik.png" width="78" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Catatan : Daftar di atas bukan pengganti diagnosa. Hubungi profesional yang ahli untuk memperoleh diagnosa lengkap &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5992309368374477714-8886711709264347365?l=seputarautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/8886711709264347365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/8886711709264347365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarautis.blogspot.com/2011/08/kenali-autisme.html' title='Kenali Autisme'/><author><name>TrustRekber</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AEsGuKV2WuA/Tp_gy2LOx2I/AAAAAAAAAB0/GiVtgPlwh0o/s220/trustrekber.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5992309368374477714.post-8880807751510214042</id><published>2011-08-20T03:07:00.001-07:00</published><updated>2011-08-20T03:07:48.806-07:00</updated><title type='text'>10 Jenis Terapi Autisme</title><content type='html'>&lt;h2 class="contentheading"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="article-toolswrap"&gt; &lt;div class="article-tools clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="article-content"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Akhir-akhir ini bermunculan berbagai cara / obat /  suplemen yang ditawarkan dengan iming-iming bisa menyembuhkan autisme.  Kadang-kadang secara gencar dipromosikan oleh si penjual, ada pula  cara-cara mengiklankan diri di televisi / radio / tulisan-tulisan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para  orang tua harus hati-hati dan jangan sembarangan membiarkan anaknya  sebagai kelinci percobaan. Sayangnya masih banyak yang terkecoh , dan  setelah mengeluarkan banyak uang menjadi kecewa oleh karena hasil yang  diharapkan tidak tercapai.&lt;br /&gt;Dibawah ini ada 10 jenis terapi yang  benar-benar diakui oleh para professional dan memang bagus untuk  autisme. Namun, jangan lupa bahwa Gangguan Spectrum Autisme adalah suatu  gangguan proses perkembangan, sehingga terapi jenis apapun yang  dilakukan akan memerlukan waktu yang lama. Kecuali itu, terapi harus  dilakukan secara terpadu dan setiap anak membutuhkan jenis terapi yang  berbeda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1) Applied Behavioral Analysis (ABA) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;ABA  adalah jenis terapi yang telah lama dipakai , telah dilakukan  penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autisme.&amp;nbsp;Sistem yang  dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan  positive reinforcement (hadiah/pujian). Jenis terapi ini bias diukur  kemajuannya. Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2) Terapi Wicara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hampir  semua anak dengan autisme mempunyai kesulitan dalam bicara dan  berbahasa. Biasanya hal inilah yang paling menonjol, banyak pula  individu autistic yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat  kurang. &lt;br /&gt;Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak  mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan  orang lain. &lt;/div&gt;Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3) Terapi Okupasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hampir  semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik  halus. Gerak-geriknya kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang  pinsil dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan  menyuap makanan kemulutnya, dan lain sebagainya. Dalam hal ini terapi  okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot -otot halusnya  dengan benar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4) Terapi Fisik &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Autisme  adalah suatu gangguan perkembangan pervasif. Banyak diantara individu  autistik mempunyai gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang  tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan  tubuhnya kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan  sangat&amp;nbsp;banyak menolong untuk menguatkan otot-ototnya dan memperbaiki  keseimbangan tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5) Terapi Sosial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kekurangan  yang paling mendasar bagi individu autisme adalah dalam bidang  komunikasi dan interaksi . Banyak anak-anak ini membutuhkan pertolongan  dalam ketrampilan berkomunikasi 2 arah, membuat teman dan main bersama  ditempat bermain. Seorang terqapis sosial membantu dengan memberikan  fasilitas pada mereka untuk bergaul dengan teman-teman sebaya dan  mengajari cara2nya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6) Terapi Bermain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun  terdengarnya aneh, seorang anak autistik membutuhkan pertolongan dalam  belajar bermain. Bermain dengan teman sebaya berguna untuk belajar  bicara, komunikasi dan interaksi social. Seorang terapis bermain bisa  membantu anak dalam hal ini dengan teknik-teknik tertentu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7) Terapi Perilaku.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak  autistik seringkali merasa frustrasi. Teman-temannya seringkali tidak  memahami mereka, mereka merasa sulit mengekspresikan kebutuhannya,  Mereka banyak yang hipersensitif terhadap suara, cahaya dan sentuhan.  Tak heran bila mereka sering mengamuk. Seorang terapis perilaku terlatih  untuk mencari latar belakang dari perilaku negatif&amp;nbsp;tersebut dan mencari  solusinya dengan merekomendasikan perubahan lingkungan dan rutin anak  tersebut untuk memperbaiki perilakunya,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8) Terapi Perkembangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Floortime,  Son-rise dan RDI (Relationship Developmental Intervention) dianggap  sebagai terapi perkembangan. Artinya anak dipelajari minatnya,  kekuatannya dan tingkat perkembangannya, kemudian ditingkatkan kemampuan  sosial, emosional dan Intelektualnya.&amp;nbsp;Terapi perkembangan berbeda  dengan terapi perilaku seperti ABA yang lebih mengajarkan ketrampilan  yang lebih spesifik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9) Terapi Visual &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Individu  autistik lebih mudah belajar dengan melihat (visual learners/visual  thinkers). Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode  belajar komunikasi melalui gambar-gambar, misalnya dengan metode ………….  Dan PECS ( Picture Exchange Communication System). Beberapa video games  bisa juga dipakai untuk mengembangkan ketrampilan komunikasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10) Terapi Biomedik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terapi  biomedik dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam DAN!  (Defeat Autism Now). Banyak dari para perintisnya mempunyai anak  autistik. Mereka sangat gigih melakukan riset dan menemukan&amp;nbsp;bahwa  gejala-gejala anak ini diperparah oleh adanya gangguan metabolisme yang  akan berdampak pada gangguan fungsi otak. Oleh karena itu anak-anak ini  diperiksa secara intensif, pemeriksaan, darah, urin, feses, dan rambut.  Semua hal abnormal yang ditemukan dibereskan, sehingga otak menjadi  bersih dari gangguan. Terrnyata lebih banyak anak mengalami kemajuan  bila mendapatkan terapi yang komprehensif, yaitu terapi dari luar dan  dari dalam tubuh sendiri (biomedis). &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5992309368374477714-8880807751510214042?l=seputarautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/8880807751510214042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/8880807751510214042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarautis.blogspot.com/2011/08/10-jenis-terapi-autisme.html' title='10 Jenis Terapi Autisme'/><author><name>TrustRekber</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AEsGuKV2WuA/Tp_gy2LOx2I/AAAAAAAAAB0/GiVtgPlwh0o/s220/trustrekber.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5992309368374477714.post-1639362470087146323</id><published>2011-08-20T01:12:00.001-07:00</published><updated>2011-08-20T01:12:17.717-07:00</updated><title type='text'>Apa itu Autisme</title><content type='html'> &lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak,  yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun.&lt;br /&gt;Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi  otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan  berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak  mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak  berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya  sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa  dan berkomunikasi secara verbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti  berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan  berjinjit dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif  dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka  cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum  (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau  marah-marah tanpa sebab yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di antara  masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih  sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan  Spektrum Autistik (GSA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Autisme dapat terjadi pada siapa saja, tanpa membedakan warna kulit,  status sosial ekonomi maupun pendidikan seseorang. Tidak semua individu  ASD/GSA memiliki IQ yang rendah. Sebagian dari mereka dapat mencapai  pendidikan di perguruan tinggi. Bahkan ada pula yang memiliki kemampuan  luar biasa di bidang tertentu (musik, matematika, menggambar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prevalensi autisme menigkat dengan sangat mengkhawatirkan dari tahun ke  tahun. Menurut Autism Research Institute di San Diego, jumlah individu  autistik pada tahun 1987 diperkirakan 1:5000 anak. Jumlah ini meningkat  dengan sangat pesat dan pada tahun 2005 sudah menjadi 1:160 anak. Di  Indonesia belum ada data yang akurat oleh karena belum ada pusat  registrasi untuk autisme. Namun diperkirakan angka di Indonesia pun  mendekati angka di atas. Autisme lebih banyak terjadi pada pria daripada  wanita, dengan perbandingan 4:1&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5992309368374477714-1639362470087146323?l=seputarautis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/1639362470087146323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5992309368374477714/posts/default/1639362470087146323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarautis.blogspot.com/2011/08/apa-itu-autisme.html' title='Apa itu Autisme'/><author><name>TrustRekber</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AEsGuKV2WuA/Tp_gy2LOx2I/AAAAAAAAAB0/GiVtgPlwh0o/s220/trustrekber.jpg'/></author></entry></feed>
